}

Minggu, 21 Oktober 2012

Jangan abaikan anak disleksia


Jangan abaikan anak disleksia
Ternyata, satu dari sepuluh orang didiagnosa memiliki kecenderungan Disleksi. Berasal dari kata Yunani, disleksia berarti ‘kesulitan dengan kata-kata’. Artinya, penderita ini memiliki kesulitan untuk mengenali huruf atau kata. Hal itu terjadi karena kelemahan otak dalam memproses informasi. Akibatnya, anak yang menderita disleksia susah untuk membaca, mengeja, menulis, hingga tak bisa mengerti masalah matematika. Ini menyebabkan sang anak merasa malu dan tak percaya diri untuk hadir di antara teman-teman di kelasnya.
Peluang disleksia untuk dijumpai pada anak laki-laki dan perempuan sama besarnya. Disleksia merupakan kelainan yang bisa diturunkan ke generasi berikutnya.  Bila orang tua disleksia, anaknya berpeluang untuk mengalaminya sekitar 50 persen.
Diagnosa disleksia biasanya dilakukan pada usia 7-8 tahun. Namun, sebenarnya bila cermat gejala disleksia bisa dikenali sejak usia 3-4 tahun.
Tanda-tanda disleksia pada usia pra sekolah antara lain:
·         Suka mencampur adukkan kata-kata dan frasa
·         Kesulitan mempelajari rima (pengulangan bunyi) dan ritme (irama)
·         Sulit mengingat nama atau sebuah obyek
·         Perkembangan kemampuan berbahasa yang terlambat
·         Senang dibacakan buku, tapi tak tertarik pada huruf atau kata-kata
·         Sulit untuk berpakaian
Kenali dan perhatikan anak yang mulai mengalami gejala disleksia atau kesulitan belajar.Dekati fsikologi anak yang biasanya banyak mengalami tekanan dari dalam ataupun dari luar.Jangan memberikan stigma yang negative terhadap anak seperti bodoh,pemalas,pengacau.Dengan seperti itu mental anak akan semakin down.Jangan membanding bandingkan anak dengan anak yang lain dan jangan di beri tekanan yang berlebihan.Berikan lingkungan yang kondusif .
Berikan latihan latihan yang tidak terlalu memberatkan misalnya saja kita menyuruh si kecil menghubungkan titik-tik hingga membentuk sebuah gambar ini adalah untuk melatih motorik nya.
Gunakan permainan – permainan untuk melatih daya hitung ataupun mengingat angka.Bantu anak untuk meningkatkan po;a berfikirnya . Gunakan huruf – huruf sebagai media yang menyenangkan bagi anak tersebut.Penanganan yang tepat akan membantu masa depan anak .Jangan abaikan anak disleksia karena mereka membutuhkan perhatian yang ekstra.Setiap anak itu diciptakan dengan potensinya masing-masing dan setiap anak dilahirkan untuk menjadi pribadi yang mandiri .Karena setiap anak itu unik dan special.



Nama : Nia kurniasih
Status : tercatat mahasiswa masih aktif di iaid ciamis jurusan tarbiyah (kependidikan)

dddddddd.jpg

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Milanisti angel

Menu

Recent Post