Jangan
abaikan anak disleksia
Ternyata, satu
dari sepuluh orang didiagnosa memiliki kecenderungan Disleksi. Berasal dari
kata Yunani, disleksia berarti ‘kesulitan dengan kata-kata’. Artinya, penderita
ini memiliki kesulitan untuk mengenali huruf atau kata. Hal itu terjadi karena
kelemahan otak dalam memproses informasi. Akibatnya, anak yang menderita
disleksia susah untuk membaca, mengeja, menulis, hingga tak bisa mengerti
masalah matematika. Ini menyebabkan sang anak merasa malu dan tak percaya diri
untuk hadir di antara teman-teman di kelasnya.
Peluang
disleksia untuk dijumpai pada anak laki-laki dan perempuan sama besarnya.
Disleksia merupakan kelainan yang bisa diturunkan ke generasi berikutnya.
Bila orang tua disleksia, anaknya berpeluang untuk mengalaminya sekitar 50
persen.
Diagnosa disleksia biasanya
dilakukan pada usia 7-8 tahun. Namun, sebenarnya bila cermat gejala disleksia
bisa dikenali sejak usia 3-4 tahun.
Tanda-tanda disleksia pada usia pra
sekolah antara lain:
·
Suka
mencampur adukkan kata-kata dan frasa
·
Kesulitan
mempelajari rima (pengulangan bunyi) dan ritme (irama)
·
Sulit
mengingat nama atau sebuah obyek
·
Perkembangan
kemampuan berbahasa yang terlambat
·
Senang
dibacakan buku, tapi tak tertarik pada huruf atau kata-kata
·
Sulit
untuk berpakaian
Kenali dan perhatikan anak yang
mulai mengalami gejala disleksia atau kesulitan belajar.Dekati fsikologi anak
yang biasanya banyak mengalami tekanan dari dalam ataupun dari luar.Jangan
memberikan stigma yang negative terhadap anak seperti bodoh,pemalas,pengacau.Dengan
seperti itu mental anak akan semakin down.Jangan membanding bandingkan anak
dengan anak yang lain dan jangan di beri tekanan yang berlebihan.Berikan
lingkungan yang kondusif .
Berikan latihan latihan yang tidak
terlalu memberatkan misalnya saja kita menyuruh si kecil menghubungkan
titik-tik hingga membentuk sebuah gambar ini adalah untuk melatih motorik nya.
Gunakan
permainan – permainan untuk melatih daya hitung ataupun mengingat angka.Bantu
anak untuk meningkatkan po;a berfikirnya . Gunakan huruf – huruf sebagai media
yang menyenangkan bagi anak tersebut.Penanganan yang tepat akan membantu masa
depan anak .Jangan abaikan anak disleksia karena mereka membutuhkan perhatian
yang ekstra.Setiap anak itu diciptakan dengan potensinya masing-masing dan setiap
anak dilahirkan untuk menjadi pribadi yang mandiri .Karena setiap anak itu unik
dan special.
Nama : Nia kurniasih
Status : tercatat mahasiswa masih
aktif di iaid ciamis jurusan tarbiyah (kependidikan)



Tidak ada komentar :
Posting Komentar