}

Selasa, 23 September 2014

pendidikan seni untuk anak



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Seni dapat meningkatkan kecerdasan anak , salah satu contoh nya itu dengan belajar piano membuat anak lebih handal dalam matematika. Hal ini memang bukanlah isapan jempol semata. Banyak penelitian ilmiah yang mengemukakan adanya relasi positif antara perkembangan kreativitas dengankecerdasan otak. Semakin dini anak terekspos dengan seni, semakin berkembang jugakecerdasan otaknya. Melalui seni, anak-anak dapat melatih pola pikir dan pola kerjanya sehingga mereka memiliki daya analisis yang lebih cermat.Hasil riset juga menunjukkan bahwa anak yang secara aktif terlibat dalam aktivitas seni cenderung memiliki IQ yanglebih tinggi dibandingkan dengan anak yang hanya terlibat aktivitas akademik saja.
Pengenalan seni pada anak sebaiknya diberikan sedini mungkin mungkin salah satu seniyang biasa dikenalkan kepada anak adalah seni music, seni music sebaiknya dikenalkan jauh sebelum anak mulai belajar memainkan instrumen musik. Bahkan dapat dimulai sejak dalam kandungan. Seperti musik klasik. Stimulasi musik klasik ini dapat diberikan sejak  janin berusia 4 bulan.Pada masa ini janin sedang membentuk sel-sel otak, dan syaraf janinsudah memberikan respons terhadap stimulasi suara.Mengajarkan musik pada anak sedini mungkin memiliki manfaat yang jauh lebih besar daripada mengenalkan musik saat anak menginjak usia diatas 10 tahun.
  1. Rumusan masalah
1.      Bagaimanakah pendidikan seni untuk anak ?
2.      Apa Sajakah manfaat seni untuk Anak ?
  1. Tujuan
1.      Menjelaskan pendidikan seni untuk anak.
2.      Menyebutkan manfaat seni untuk anak








BAB II
ISI
  1. Pendidikan Seni Untuk Anak
Masa anak-anak adalah masa dimana perkembangan otak berjalan sangat efektif. Pada masa ini anak akan dikenalkan pada banyak hal yang akhirnya menimbulkan rasa ingin tahu yang kadang berlebihan.Di masa ini pula bakat serta potensi akademis dan non akademis dari anak bermunculan dan sangat potensial untuk disalurkan ke berbagai bidang pendidikan, salah satunya pendidikan seni usia dini.Rasa percaya diri pada anak usia dini, akan berdampak langsung pada pertumbuhannya. Hal tersebut merupakan bentuk dasar dari bagaimana seorang anak mengenal akan dirinya dan nilai atau hal penting akan dirinya.Karena pada usia remaja, seorang anak mulai mendapatkan rasa sebagai individu, maka periode anak usia dini adalah masa yang mendukung pengembangan percaya diri yang sehat.
Anak-anak kecil biasanya menikmati kegiatan seni dan mendapatkan kepuasan dari partisipasnya dalam berbagai hal. Membuat sesuatu atas diri mereka sendiri dan merasa bangga akan penciptaannya, dapat mendukung pembentukan rasa percaya diri
yang baik. Anak-anak juga belajar mengenai pujian atau kritik oleh guru, orang tua dan anak-anak lain mengenai karya yang telah dibuatnya.
Pendidikan seni bisa beragam bentuknya, seperti seni musik, seni rupa, seni tari, drama, dsb. Masing-masing dari seni tersebut mengajarkan ketrampilan yang berbeda sesuai bakat anak. Namun tujuannya tetaplah sama yaitu merangsang saraf motorik anak untuk berkreasi tanpa batas, membentuk pola pikir kreatif, serta memberikan keterampilan seni yang sangat berperan dalam kehidupannya. Pengembangan keterampilan seni bisa dilakukan dengan banyak cara, seperti pendidikan seni dalam organisasi formal atau informal, penanaman nilai-nilai seni oleh para orang tua atau bakat spontan yang terkadang membuat pendidikan seni menjadi lebih mudah diserap. Pendidikan seni usia dini dikemas lebih menarik dan sesuai dengan pola pikir anak seusianya. Pemberian materinya lebih santai dan tidak menuntut aak untuk selalu menghasilkan karya yang baik. Pengajar seni hanya bertugas untuk mengomentari dan memberikan masukan yang konstruktif demi meningkatkan kemampuan seninya. Pemberian masukan juga harus menggunakan bahasa yang mudah diterima oleh otak anak seusianya.
Dalam pemberian materi seni, anak harus dibuat sebisa mungkin merasa nyaman dan membentuk pola pikir anak bahwa seni itu indah, menyenangkan dan bermanfaat bagi dirinya kelak. Pandangan  anak usia dini terhadap seni masih semu dan sangat sederhana. Oleh karena itu, pengajar seni harus mampu mengkomplekskan pola pikirnya tentang seni yang beragam. Seni bukan lagi menjadi pengembangan diri sampingan tetapi sudah menjadi pendidikan fundamental pendukung kesuksesan seseorang, karena dalam kehidupan bermasyarakat keterampilan selalu diperhatikan.
Dengan kemajuan teknologi medis selama dekade terakhir, pemahaman akan pertumbuhan dan perkembangan otak anak terus dikembangkan. Memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menjadi kreatif saat bermain adalah landasan praktek yang sesuai dengan tahapan perkembangan. Seni adalah sebuah jalan untuk membimbing anak-anak muda ke arah kreativitas dan perkembangan otak yang sehat. Bereksperimen dengan media seni, menawarkan otak anak muda kesempatan untuk memperkuat jalur saraf, yang menghasilkan sesuatu kemampuan di bidang kreativitas, imajinasi, integrasi sensorik dan motorik halus. Kemampuan anak untuk bercerita atau menggambarkan suatu hal, dapat meningkatkan kemampuan bahasa dan perkembangan emosi sosial mereka.Melalui pendidikan seni usia dini, anak-anak yang diberikan keempatan untuk belajar dan terlibat dalam seni tidak hanya memperoleh pengetahuan dan pemahaman akan seni, tapi juga manfaat di bidang bahasa, keterampilan, kesiapan prasekolah, apresiasi musik, percaya diri dan pemahaman akan dirinya sendiri. Karena pekerjaan utama seorang anak adalah bermain, maka memberikan anak-anak kesempatan untuk belajar dengan konsep yang sesuai dengan usia dan tahapan perkembangannya.

2.Manfaat seni untuk Anak
Tak dapat dipungkiri seni selalu ada disekitar kita. Karena itu, ada baiknya Anda menggunakan seni untuk perkembangan kecerdasan anak. Berikut ini sejumlah manfaat bila anak belajar seni :
1. Anak jadi lebih mudah menyerap masukan dan saran yang diberikan.
2. Kepekaan terhadap alam menjadi lebih baik karena terbiasa membuat sesuatu yang indah.
3. Memberikan kesenangan dan dapat membantu buah hati mempelajari berbagai ketrampilan yang perlu dikuasai, atau sesuatu dengan bakat mereka.
4. Membantu anak mengekspresikan dan mengembangkan kreatifitasnya dengan bebas.
5. Anak mampu mengendalikan emosi, perasaan sedih atau senang. Emosi itu dapat di curahkan melalui karya seni yang mereka hasilkan.
6. Imajinasi anak bisa berkembang lewat karya yang dihasilkan.
7. Membangun perasaan pada anak dan memberi banyak pengalaman seni kreatif.
8. Apresiasi mereka terhadap keindahan akan tumbuh dan berkembang dalam dirinya. Kalau kepekaan itu sudah tumbuh, anak bisa menghasilkan karya yang bagus.
9. Pendidikan seni bisa memberi pengaruh positif dalam hal persepsi emosi anak.
(Sumber: Koran SINDO/Minggu-10 Agustus 2008)
Tak dapat dipungkiri seni selalu ada disekitar kita. Karena itu, ada baiknya Andamenggunakan seni untuk perkembangan kecerdasan anak. Berikut ini sejumlah manfaat bila anak belajar seni :
1. Anak jadi lebih mudah menyerap masukan dan saran yang diberikan.
2. Kepekaan terhadap alam menjadi lebih baik karena terbiasa membuat sesuatu yangindah.
3. Memberikan kesenangan dan dapat membantu buah hati mempelajari berbagaiketrampilan yang perlu dikuasai, atau sesuatu dengan bakat mereka.
4. Membantu anak mengekspresikan dan mengembangkan kreatifitasnya dengan bebas.
5. Anak mampu mengendalikan emosi, perasaan sedih atau senang. Emosi itu dapat dicurahkan melalui karya seni yang mereka hasilkan
.6. Imajinasi anak bisa berkembang lewat karya yang dihasilkan.
7. Membangun perasaan pada anak dan memberi banyak pengalaman seni kreatif
.8. Apresiasi mereka terhadap keindahan akan tumbuh dan berkembang dalam dirinya.Kalau kepekaan itu sudah tumbuh, anak bisa menghasilkan karya yang bagus.
9. Pendidikan seni bisa memberi pengaruh positif dalam hal persepsi emosi anak.


after coppy cantumin penulis nya ya biar berkah :D
 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Milanisti angel

Menu

Recent Post