BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Seni dapat meningkatkan kecerdasan anak , salah
satu contoh nya itu dengan belajar piano membuat anak lebih handal dalam matematika.
Hal ini memang bukanlah isapan jempol semata. Banyak penelitian ilmiah yang mengemukakan
adanya relasi positif antara perkembangan kreativitas dengankecerdasan otak.
Semakin dini anak terekspos dengan seni, semakin berkembang jugakecerdasan
otaknya. Melalui seni, anak-anak dapat melatih pola pikir dan pola kerjanya sehingga
mereka memiliki daya analisis yang lebih cermat.Hasil riset juga menunjukkan bahwa
anak yang secara aktif terlibat dalam aktivitas seni cenderung memiliki IQ
yanglebih tinggi dibandingkan dengan anak yang hanya terlibat aktivitas
akademik saja.
Pengenalan seni pada anak sebaiknya diberikan
sedini mungkin mungkin salah satu seniyang biasa dikenalkan kepada anak adalah
seni music, seni music sebaiknya dikenalkan jauh sebelum anak mulai
belajar memainkan instrumen musik. Bahkan dapat dimulai sejak dalam
kandungan. Seperti musik klasik. Stimulasi musik klasik ini dapat diberikan
sejak janin berusia 4 bulan.Pada masa ini janin sedang membentuk
sel-sel otak, dan syaraf janinsudah memberikan respons terhadap stimulasi
suara.Mengajarkan musik pada anak sedini mungkin memiliki manfaat yang jauh
lebih besar daripada mengenalkan musik saat anak menginjak usia diatas 10
tahun.
- Rumusan masalah
1.
Bagaimanakah
pendidikan seni untuk anak ?
2.
Apa Sajakah
manfaat seni untuk Anak ?
- Tujuan
1.
Menjelaskan
pendidikan seni untuk anak.
2.
Menyebutkan
manfaat seni untuk anak
BAB
II
ISI
- Pendidikan Seni Untuk Anak
Masa anak-anak adalah masa dimana perkembangan
otak berjalan sangat efektif. Pada masa ini anak akan dikenalkan pada banyak
hal yang akhirnya menimbulkan rasa ingin tahu yang kadang berlebihan.Di masa
ini pula bakat serta potensi akademis dan non akademis dari anak bermunculan
dan sangat potensial untuk disalurkan ke berbagai bidang pendidikan, salah
satunya pendidikan seni usia dini.Rasa percaya diri pada anak usia dini, akan
berdampak langsung pada pertumbuhannya. Hal tersebut merupakan bentuk dasar
dari bagaimana seorang anak mengenal akan dirinya dan nilai atau hal penting
akan dirinya.Karena pada usia remaja, seorang anak mulai mendapatkan rasa
sebagai individu, maka periode anak usia dini adalah masa yang mendukung pengembangan
percaya diri yang sehat.
Anak-anak kecil biasanya menikmati kegiatan
seni dan mendapatkan kepuasan dari partisipasnya dalam berbagai hal. Membuat
sesuatu atas diri mereka sendiri dan merasa bangga akan penciptaannya, dapat
mendukung pembentukan rasa percaya diri
yang baik. Anak-anak juga belajar mengenai
pujian atau kritik oleh guru, orang tua dan anak-anak lain mengenai karya yang
telah dibuatnya.
Pendidikan seni bisa beragam bentuknya, seperti
seni musik, seni rupa, seni tari, drama, dsb. Masing-masing dari seni tersebut
mengajarkan ketrampilan yang berbeda sesuai bakat anak. Namun tujuannya
tetaplah sama yaitu merangsang saraf motorik anak untuk berkreasi tanpa batas,
membentuk pola pikir kreatif, serta memberikan keterampilan seni yang sangat
berperan dalam kehidupannya. Pengembangan keterampilan seni bisa dilakukan
dengan banyak cara, seperti pendidikan seni dalam organisasi formal atau
informal, penanaman nilai-nilai seni oleh para orang tua atau bakat spontan
yang terkadang membuat pendidikan seni menjadi lebih mudah diserap. Pendidikan
seni usia dini dikemas lebih menarik dan sesuai dengan pola pikir anak
seusianya. Pemberian materinya lebih santai dan tidak menuntut aak untuk selalu
menghasilkan karya yang baik. Pengajar seni hanya bertugas untuk mengomentari
dan memberikan masukan yang konstruktif demi meningkatkan kemampuan seninya.
Pemberian masukan juga harus menggunakan bahasa yang mudah diterima oleh otak
anak seusianya.
Dalam pemberian materi seni, anak harus dibuat
sebisa mungkin merasa nyaman dan membentuk pola pikir anak bahwa seni itu
indah, menyenangkan dan bermanfaat bagi dirinya kelak. Pandangan anak usia dini terhadap seni masih semu dan
sangat sederhana. Oleh karena itu, pengajar seni harus mampu mengkomplekskan pola
pikirnya tentang seni yang beragam. Seni bukan lagi menjadi pengembangan diri
sampingan tetapi sudah menjadi pendidikan fundamental pendukung kesuksesan
seseorang, karena dalam kehidupan bermasyarakat keterampilan selalu
diperhatikan.
Dengan kemajuan teknologi medis selama dekade
terakhir, pemahaman akan pertumbuhan dan perkembangan otak anak terus
dikembangkan. Memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menjadi kreatif saat
bermain adalah landasan praktek yang sesuai dengan tahapan perkembangan. Seni
adalah sebuah jalan untuk membimbing anak-anak muda ke arah kreativitas dan
perkembangan otak yang sehat. Bereksperimen dengan media seni, menawarkan otak
anak muda kesempatan untuk memperkuat jalur saraf, yang menghasilkan sesuatu
kemampuan di bidang kreativitas, imajinasi, integrasi sensorik dan motorik
halus. Kemampuan anak untuk bercerita atau menggambarkan suatu hal, dapat
meningkatkan kemampuan bahasa dan perkembangan emosi sosial mereka.Melalui
pendidikan seni usia dini, anak-anak yang diberikan keempatan untuk belajar dan
terlibat dalam seni tidak hanya memperoleh pengetahuan dan pemahaman akan seni,
tapi juga manfaat di bidang bahasa, keterampilan, kesiapan prasekolah,
apresiasi musik, percaya diri dan pemahaman akan dirinya sendiri. Karena pekerjaan
utama seorang anak adalah bermain, maka memberikan anak-anak kesempatan untuk
belajar dengan konsep yang sesuai dengan usia dan tahapan perkembangannya.
2.Manfaat seni
untuk Anak
Tak dapat
dipungkiri seni selalu ada disekitar kita. Karena itu, ada baiknya Anda
menggunakan seni untuk perkembangan kecerdasan anak. Berikut ini sejumlah
manfaat bila anak belajar seni :
1. Anak jadi
lebih mudah menyerap masukan dan saran yang diberikan.
2. Kepekaan
terhadap alam menjadi lebih baik karena terbiasa membuat sesuatu yang indah.
3. Memberikan
kesenangan dan dapat membantu buah hati mempelajari berbagai ketrampilan yang
perlu dikuasai, atau sesuatu dengan bakat mereka.
4. Membantu
anak mengekspresikan dan mengembangkan kreatifitasnya dengan bebas.
5. Anak mampu
mengendalikan emosi, perasaan sedih atau senang. Emosi itu dapat di curahkan
melalui karya seni yang mereka hasilkan.
6. Imajinasi
anak bisa berkembang lewat karya yang dihasilkan.
7. Membangun
perasaan pada anak dan memberi banyak pengalaman seni kreatif.
8. Apresiasi
mereka terhadap keindahan akan tumbuh dan berkembang dalam dirinya. Kalau
kepekaan itu sudah tumbuh, anak bisa menghasilkan karya yang bagus.
9. Pendidikan
seni bisa memberi pengaruh positif dalam hal persepsi emosi anak.
(Sumber: Koran
SINDO/Minggu-10 Agustus 2008)
Tak dapat
dipungkiri seni selalu ada disekitar kita. Karena itu, ada baiknya
Andamenggunakan seni untuk perkembangan kecerdasan anak. Berikut ini sejumlah
manfaat bila anak belajar seni :
1. Anak jadi
lebih mudah menyerap masukan dan saran yang diberikan.
2. Kepekaan
terhadap alam menjadi lebih baik karena terbiasa membuat sesuatu yangindah.
3. Memberikan
kesenangan dan dapat membantu buah hati mempelajari berbagaiketrampilan yang
perlu dikuasai, atau sesuatu dengan bakat mereka.
4. Membantu
anak mengekspresikan dan mengembangkan kreatifitasnya dengan bebas.
5. Anak mampu
mengendalikan emosi, perasaan sedih atau senang. Emosi itu dapat dicurahkan
melalui karya seni yang mereka hasilkan
.6. Imajinasi
anak bisa berkembang lewat karya yang dihasilkan.
7. Membangun
perasaan pada anak dan memberi banyak pengalaman seni kreatif
.8. Apresiasi
mereka terhadap keindahan akan tumbuh dan berkembang dalam dirinya.Kalau
kepekaan itu sudah tumbuh, anak bisa menghasilkan karya yang bagus.
9. Pendidikan
seni bisa memberi pengaruh positif dalam hal persepsi emosi anak.
after coppy cantumin penulis nya ya biar berkah :D


Tidak ada komentar :
Posting Komentar