}

Sabtu, 22 Maret 2014

AKU MURIDMU , BUKAN MUSUHMU “



AKU MURIDMU , BUKAN MUSUHMU “


Siswa adalah  manusia yang berukuran mini yang memiliki perasaan yang sama seperti kita orang dewasa. Terkadang para guru meremehkan mereka karena usia mereka masih kecil tidak sebanding dengan usia para pendidik.Mendidik bukanlah perkara mudah , mereka harus dibekali ilmu atau seni menjadi seorang pendidik.Guru pada proses pembelajaran masih memegang peranan penting dalam proses pembelajaran.Karena peranan guru tiodak akan mampu digantikan oleh mesin , radio , bahkan robot sekalipun. Walaupun para vguru menggunakan alat-alat tersebut sebagai penunjang media pembelajaran.
Dalam pengajaran atau proses belajar mengajar , guru memegang peranan sebagai sutradara sekaligus aktor, artinya pada pundak merekalah tempat tugas dan tanggung jawab merencanakan dan melaksanakan pengajaran disekolah.Terkadang mereka lupa faktor-faktor perkembangan anak dalam proses pembelajaran di lembaga formal . Kebanyakan guru mengajar hanya sebagai rutinitas saja tanpa adanya rasa tanggung jawab bagaimana fsikologi perkembangan anak . Anak yang dirasa mampu menjawab semua pertanyaan saat ulangan dan mendapatkan nilai yang bagus itulah dia yang dikatakan anak pintar , sedang sisanya ?.
Lupa bahwa mereka manusia dalam ukuran mini , punya perasaan serta keinginan yang sama seperti temanya yang lain. Sebagian besar guru yang tidak memahami bagaimana caranya mendidik dengan kasih sayang lebih mengutamakan ucapan verbal yang bernada menjelek-jelkan bahkan menghina muridnya di depan teman-temanya yang lain.
Anak membutuhkan kalimat-kalimat positif ,tubuh anak 90 % air yang mrespon hal positif/negatif (Masaru Emoto) .Bayangkan cairan yang dipenuhi kalimat-kalimat negatif maka tubuh akan merespon bentuk kristal yang buruk. Mendidiklah dengan kasih sayang dengan teladan yang baik , karena mereka adalah muridmu bukan musuhmu yang harus dilawan ketika mereka menjengkelkan . Setiap anak dilahirkan berbeda, karenanya memerlukan perlakuan dan cara pembelajaran yang berbeda. Tak ada kelainan pada anak .Setiap anak dilahirkan cerdas pada bidangnya masing-masing karena kecerdasan bersifat tak terbatas .Kecerdasan tak dapat diukur melainkan dpat digali, diamati dan dikembangkan .
Mintalah pada pemilik, jiwanya berdoa untuk kebaikanya dan ingatlah betapapun sukarnya anak yang dihadapi dia bukan musuhmu tapi dia adalah manusia kecil yang menyayangimu seperti kepada orang tuanya sendiri.

 PENULIS : NIA KURNIASIH
MAHASISWA IAID CIAMIS SEMESTER 6 

BAGI YANG COPY CANTUMIN PENULISNYA YAA !!!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Milanisti angel

Menu

Recent Post