}

Sabtu, 22 Maret 2014

“Pembekalan karakter religi mahasiswa untuk bangsa”



“Pembekalan karakter religi  mahasiswa untuk bangsa”


Siapa yang tak kenal dengan Mahasiswa , pemuda yang  terkenal dengan agen of change ini ?. Mahasiswa sebagai agent of change memiliki artian bahwasanya ia terbuka dengan segala perubahan yang terjadi di tengah masyarakat sekaligus menjadi subjek dan atau objek perubahan itu sendiri. Dengan kata lain mahasiswa adalah aktor dan sutradara dalam sebuah pagelaran bertitelkan perubahan.
Selain itu, mahasiswa pun diharapkan dan menjadi harapan untuk menjadi seorang pemimpin di masa depan yang memiliki kemampuan intelektual, tangguh dan berakhlak mulia. Itulah yang dimaksud mahasiswa sebagai iron stock, sebagai tonggak penentu bangsa.Mahasiswa sebagai salah satu elemen bangsa ini mempunyai peran dan fungsi yang cukup diperhitungkan dalam menjaga kedaulatan bangsa dan Negara. Para pendiri Negara banyak memperhitungkan peranan penting pemuda dalam sebuah bangsa . Apalagi pemuda akademisi seperti mahasiswa .Mereka yang mampu menbangun bangsanya yang berkarakter islami,bukan hanya islam dalam paradigma identitas tetapi mampu menjadi pelopor pembangunan bangsa yang bernafaskan islami secara menyeluruh.
Bukankah Al-Qur’an telah menjelaskan betapa pentingnya peranan pemuda yang mampu menahan hawa nafsunya dalam islam ?. Al-Qur'an juga menceritakan pemuda kepada kita,yaitu nabi yusuf alaihissalam. Ia di tawari oleh seorang wanita yang sangat cantik untuk melakukan hubungan biologis,yang seandainya ia mau melakukannya tidak ada sesuatupun yang dapat menghalanginya. Namun nabi yusuf menolak ajakan tersebut dan memilih hidup mendekam di penjara semata-mata karena keimanannya kepada Allah SWT.Jika mahasiswa di seluruh negeri ini mampu mengendalikan hawa nafsunya , secara tidak langsung mereka sedang memperbaiki kondisi Negara yang telah terjadi degradasi moral .Menurut penelitian Sexual Behavior Survey 2011 dilakukan oleh DKT IndonesiaUsia rata-rata responden pertama kali berhubungan seks adalah 19 tahun, namun pada survei lain usianya bisa lebih muda lagi. Berdasarkan profesi, peringkat tertinggi responden yang pernah berhubungan seks di luar nikah ditempat oleh mahasiswa (31 persen) karyawan kantor (18 persen), sisanya ada pengusaha, pedagang, buruh, dsb, termasuk 6 persen murid SMP atau SMA.Pondasi Negara ada pada pundak penerus generasi pendiri Negara, ketika mereka mampu mengendalikan dirinya sesuai aturan pembuat Undang-undang yang hakiki maka tidak mustahil Negara berkarakterkan islam akan terbentuk ibarat tulang tulang yang menyangga badan .
"Ada 7 golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya. Pada hari itu, tidak ada naungan, kecuali nanungan Allah. Golongan tersebut adalah pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh di dalam beribadah kepada Allah, seseorang yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid-masjid, dua orang yang saling mengasihi karena Allah, mereka bertemu dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diundang oleh seorang perempuan yang berkedudukan dan berwajah elok (untuk melakukan kejahatan) tetapi dia berkata, 'Aku takut kepada Allah!', seorang yang memberi sedekah, tetapi dia merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya, dan seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga menetes air matanya." (HR Bukhori). Bukan hanya berperan penting untuk bangsa tapi mereka para pemuda akademisi yang mampu menjadikan dirinya hamba yang insan kamil serta bermanfaat untuk orang lain .Ada berapa ribukah mahasiswa Indonesia ? mungkin lebih daripada yang kita bayangkan . Tetapi jika saja mereka para mahasisiwa terutama mahasiswa berakidahkan islam  bersatu membangun ekonomi bangsa , menjadi pelopor kaidah –kaidah ekonomi islam dan menjadi penopang pundak bangsa , maka tidak akan terjadi lagi bencana-bencana ekonomi dan penurunan kualitas hidup mahasiswa.Sebagai nabi-nabi sosial ekonomi pembaharu-pembaharu paradigma ekonomi dalam islam, mahasiswa sering dijadikan alat ukur pengendali kualitas hidup bangsa.
Bukan semata-mata tanggung jawab akademik, namun menggunakan kemampuan akademik itu untuk kepentingan rakyat sesuai nilai moral bangsa.Mahasiswa memiliki banyak tanggung jawab penting yang bukan sekedar sebuah status sebagai “Mahasiswa” tapi perananya dalam masyarakatlah yang sering diperhitunhgkan . Menggunakan nama mahasiswa sebagai bekal membangun karkater moral bangsa. Karakter yang telah sering di perdengarkan dan diperlihatkan dalam Al-Qur’an serta membekali diri untuk memberikan pencerahan bagi rakyat.
Mahasiswa sering di pandang sebagai Guardian of Value berarti mahasiswa berperan sebagai penjaga nilai-nilai di masyarakat.Nilai-nilai yang seperti apakah yang penting untuk dijaga? pertanyaan besar itulah yang sering muncul.Mahasiswa yang seharusnya memahami sebagai insan akademis yang mampu beerfikir ilmiah serta para pencari kebenaran . Nilai kebenaran yang mutlak bukan bersumber dari perkataan manusia , tetapi berasal dari kalam allah sebagai suatu kebenaran yang hakiki yakni Al-Qur’an.Nilai-nilai inilah yang dijadikan sebagai pembentukan masyarakat yang beradab dan berakhlak sesuai aturan kebenaran. Pemikiran Guardian of Value yang berkembang selama ini hanyalah sebagai penjaga nilai-nilai yang sudah ada sebelumya, atau menjaga nilai-nilai kebaikan seperti kejujuran, kesigapan, dan lain sebagainya.Jika sesederhana itu perananya lantas apa peran mahasiswa dalam agamanya ?.
Berdasarkan tugas perguruan tinggi yang diungkapkan M.Hatta yang pertama yaitu membentuk manusisa susila dan demokrat yan memiliki keinsafan tanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat. Manusia susila dan demokrat tentunya takan pernah terwujud jika kualitas mahasiswa itu sendiri hanya berlandaskan nilai akademisi saja niali yang hanya dimiliki tanpa bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.Yang kedua cakap dan mandiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan.Dengan cakap dan mandiri mahasiswa tentu akan mampu memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan.Karena pada hakikatnya manusi hidup dunia ini tidak akan pernah berhenti belajar.Yang ketiga cakap memangku jabatan atau pekerjaan di masyarakat.Guru yang paling baik adalah pengalaman hal tersebut senada dengan peran mahasiswa dalam masyarakat ketika mereka sudah mampu dan cakap dalam ilmu pengetahuan dan tanggung jawab maka mereka pantas untuk mampu memangku  jabatan atau pekerjaan dalm masyarakat. Insan akademis harus memiliki sense of crisis yaitu peka dan kritis terhadap masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya saat ini.
Mahasiswa masih tergolong kaum idealis, dimana keyakinan dan pemikiran mereka belum dipengaruhi oleh parpol, ormas, dan lain sebagainya.Oleh karenanya konstribusi terhadap bangsa akan lebih besar dibandingkan dengan rakyat biasa pada umumnya.Konstribusi kepada negara tentunya tonggak awal membentuk karakter bangsa berkarakter Qur’ani. Arus globalisasi yang melanda dunia telah melahirkan dampak negatif yang sangat signifikan, baik dampak politik, ekonomi, budaya, pendidikan maupun religi di setiap individu manusia. Materialisme telah menjadi trademark yang dibawa oleh globalisasi yang pada gilirannya telah merubah pola pikir umat manusia kepada dunia materialistik, sehingga dalam dunia materialistik ini meniscayakan terjadinya sekularisasi dalam kehidupan bahkan meninggalkan agama, seperti yang diungkapkan oleh Karl Marx.Tapi dalam islam ada kaidah-kaidah serta aturan-aturan yang telah Allah tetapkan dalam mengahdapi berbagai perubahan zaman dari waktu ke waktu.
Kuntowijoyo  dengan pendekatan ilmu sosial profetik menjelaskan bahwa “Humanisasi yang dimaksudkan dalam etika profetik bukanlah humanisme yang berakar pada antroposentrisme renaissance tetapi berakar pada humanisme teosentris, humanisasi ini lahir karena humanisme antroposentrisme justru telah menyebabkan terjadinya dehumanisasi, humanisme dalam etika profetik adalah humanisme yang disemangati oleh nilai – nilai ketuhanan.Dengan kata lain Peran mahasiswa membangun bangsa berkarakter Al-Quran dimulai dari diri sendiri dengan menhubungkan kemesraan bercinta dengan  tuhan , agar mampu menjadi insan penegak kalam Allah.Mampu memanusiakan manusia dan mampu menjadi kaum intelek muslim yang berjiwaserta berakhlakul karimah.




penulis :
Nia kurniasih
Mahasiswa iaid ciamis semester 6
 yang mau coppy cantumin nama penulisnya ya






















Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Milanisti angel

Menu

Recent Post